Masyarakat Berbondong-bondong Mudik Sebelum Tanggal 6-17 Mei

oleh -40 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Libur lebaran merupakan hal yang sangat dinantikan oleh banyak orang, terkhususnya bagi umat Muslim. Banyak yang mengambil kesempatan itu untuk berkumpul bersama sanak saudara di kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri yang akan diadakan pada bulan Mei tahun 2021.

Setiap tahunnya sudah seperti menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik sebelum hari raya lebaran. Namun sangat disayangkan tradisi mudik lebaran ditahun 2021 ini dilarang oleh pemerintah demi memutuskan mata rantai Covid-19. Laranagan mudik ini akan berlaku mulai dari tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Larangan mudik ini, membuat banyak orang berbondong-bondong untuk melakukan mudik sebelum tanggal yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini terlihat pada aktivitas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, pada Rabu (28/4/2021).

Baca Juga  Dini Hari Tadi, Gempa 2.7 Guncang Ambon

Menurut pemantauan Porostimur.com, Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dipadatkan dengan penumpang KM. Leuser yang akan melakukan keberangkatan menuju Wanci.

Link Banner

Ketika ditanyakan, Rosy dan Arly yang merupakan penumpang kapal tersebut membeberkan bahwa selain tiket yang diperlukan, mudik tersebut harus dilengkapi dengan surat rapid test atau swab test, yang membuktikan bahwa penumpang kapal dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit virus corona serta diminta untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan.

“Selain mudik lebaran tujuan saya melakukan perjalanan juga karena ingin menetap di Wanci dalam jangka waktu yang lama. Untuk harga tiketnya, masih sama dengan harga tiket sebelumnya jadi tidak ada kenaikan harga tiket”, ujar Arly.

Baca Juga  KNPI Maluku Tuntut Wiranto Minta Maaf

Walaupun protokol kesehatan sudah menjadi aturan diberbagai tempat apalagi di tempat umum seperti pelabuhan, namun dalam pemantaun kami, para petugas belum bisa menertibkan para penumpang yang ingin naik keatas kapal, dimana para penumpang terus berdesakan satu dengan yang lain sehingga tidak menjaga jarak aman yang merupakan salah satu daripada aturan prokes. (cr10/gppermi)

editor: alena