Matinya Altruisme?

oleh -129 views
Made Supriatma

Oleh: Made Supriatma, Peneliti, jurnalis lepas dan visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura

Serangan terhadap film dokumenter Pesta Babi datang dari semua arah. Kemarin, beredar video Mama Yasinta yang mengatakan dia tidak mengijinkan video dirinya dipakai dalam dokumenter ini.

Seperti yang dikatakan oleh dua sutradara film ini, kita tidak tahu apa yang terjadi pada Mama Yasinta di pedalaman Papua sana. Kalau pun Mama Yasinta memilih untuk berbalik posisi, apa yang bisa kita lakukan? Bukankah inti dari film ini adalah bahwa semua orang adalah “agency” atau subyek bagi dirinya sendiri?

Film ini ingin memberikan kesempatan bagi Mama Yasinta dan orang-orang seperti dirinya untuk bisa bersuara. Selama ini mereka tidak punya suara. Film dan kerja-kerja pemberdayaan yang dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil bertujuan untuk memberi kesempatan bagi orang seperti Mama Yasinta bersuara.

Intinya adalah bagaimana orang-orang yang tidak bisa bersuara ini bisa memiliki suara. Orang-orang yang dikalahkan memiliki kekuatan. Dan mereka yang tersingkir, tidak dianggap, memiliki kekuatan supaya juga diperhitungkan.

Baca Juga  Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Narkoba di THM New Zone hingga Manajemen

Kemudian, ada serangan terhadap orang-orang yang membantu mereka yang terpinggirkan ini. Orang yang mencoba menyampaikan suara-suara bisu dan dibisukan ini. Tentu ini klasik: shoot the messenger! Hantam mereka yang menyampaikan pesannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.