Membaca Simbol Perlawanan dan Kritik Sosial dalam Film Pesta Babi

oleh -115 views

Literasi kritis dalam film ini:
Pertama, melihat melampaui kata. Kebijakan besar sering dijalankan dengan bahasa teknis yang menyembunyikan kekerasan.
Kedua, mengenali posisi. Kita sebagai penonton yang outsider dapat membaca realitas dari posisi berbeda dengan mereka yang mengalami langsung (mama Yasinta dkk).
Ketiga, kita mampu menghubungkan fiksi dengan realitas.

Film Pesta Babi adalah dokumenter yang melampaui cerita tentang konflik. Film ini membungkus semua peristiwa di Papua dalam satu bahasa: Kolonialisme Baru (yang masih berjalan di Papua dan mungkin daerah adat lain).

Penutup

Film Pesta Babi boleh jadi tidak mencari persetujuan penonton, namun ia menampilkan perlawanan dalam bentuk simbolik: bertahan, tidak boleh lengah sembari membangun konsolidasi internal.

Kita yang menonton melihat langsung bahwa tidak semua protes harus berhadapan-hadapan, harus dengan kekerasan.

Baca Juga  Sekolah Rusak Parah di SBT, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Pesta babi sebagai simbol adat adalah sebuah pemukul yang mungkin tidak beringas, namun sebagai sebuah simbol, ia sangat lantang! (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.