Membunuh Kebinatangan Manusia

oleh -478 views
Yusuf Blegur, Kolumnis

Korupsi, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan dan jabatan serta tindakan kekerasan dan pembunuhan telah menjadi permisif dan seperti menjadi keharusan untuk memenuhi ambisi dan syahwat kekuasaan. Umat Islam cenderung sering terjebak pada simbolisme beragama tapi tak bertuhan.

Terasa begitu menyakitkan, tatkala menyadari sesama umat Islam mulai kehilangan rasa peduli, simpati dan empati. Tak ada lagi persaudaraan muslim yang bisa menjaga dan melindungi umat dari kebodohan, kemiskinan, dan dari penyakit serta kejahatan kemanusiaan, termasuk genosida skala lokal dan internasional. Umat Islam tercerai-berai, mudah difitnah, diintimidasi dan diteror. Terancam pemurtadan dan menjadi orang-orang yang tergolong kafir, musyrik, dan fasik meski masih memeluk Islam.

Baca Juga  HUT ke-122 GPM Rehoboth, Wali Kota Ambon Tekankan Peran Gereja Bangun Karakter dan Persaudaraan

Loyalitas dan militansi kepada Tuhan sering kalah dan tergusur oleh kesenangan dan kemewahan hidup yang menggiurkan. Takut pada kekuasaan selain Allah. Sementara umat terus melenceng dari akidahnya.

Pada akhirnya sulit membantah, seiring penyembelihan hewan kurban terus berlangsung. Sifat-sifat hewani yang penuh mudharat pada manusia terus terpelihara dan tumbuh berkembang membentuk mental dan karakter yang ganas. Alih-alih dengan semangat menginsyafi semangat idul kurban. Umat Islam bukan bukan malah bertambah dan menguatkan keimanannya dengan pengorbanan, keikhlasan, rasa syukur, dan ketakwaannya pada pada Allah. Sepertinya, banyak kalangan muslim yang justru gagal membunuh kebinatangan manusia.

No More Posts Available.

No more pages to load.