Porostimur.com, Langgur – Lazimnya sebuah bangunan dibangun pasti pada di atas tanah agar konstruksi bangunan bisa kuat dan kokoh berdiri hingga ratusan tahun.
Namun hal ini tidak berlaku bagi warga Ohoi (Desa) Dian Pulau, Kabupaten Maluku Tenggara, memiliki luas wilayah administrasi 62.031,01 m2 dengan jarak total 1,16 Km (Google Maps)
Apalagi kontur geografis Ohoi Dian Pulau sendiri yang merupakan sebuah desa pulau karang dan dikelilingi oleh laut.
Notebene ohoi ini luas lautan lebih besar dari daratan dan tidak menyurutkan semangat warga untuk membangun sarana peribadatan yakni masjid yang letaknya terapung di atas lautan.
Salah satu alasan kuat didirikan di laut karena tidak tersedia lahan lebih daratan, jika didirikan di daratan maka dipastikan sempit sekali.
“Jangan dibangun untuk menaruh material saja sulit,” ungkap salah satu warga bernama Azis Kerubun yang dihubungi jurnalis porostimur.com via sambungan telepon, Minggu (24/9/2023).
Kerubun yang juga merupakan salah satu panitia pembangunan masjid bilang, pembangunan masjid ini berawal dari ide dan gagasan dari Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun yang langsung menyampaikan kepada imam masjid.
“Ini akan menjadi masjid terapung ya,” jelasnya.









