Mengenal Xiye Bastida, Sosok Aktivisi Lingkungan yang Menginspirasi Anak Muda

oleh -331 views
Bastida berbicara pada aksi pemogokan iklim Fridays for Future musim gugur lalu di New York City

Pada Usia Belia, Xiye Secara Terbuka Berani Berbicara Tentang Keadaan Iklim

Keterampilan kepemimpinan Bastida mulai menonjol pada usia 15 tahun, setelah dia pindah ke New York City dan bergabung dengan klub lingkungan sekolah menengah. Dia membantu mengarahkan aktivitas klub mulai dari menonton film tentang daur ulang plastik hingga menulis tentang politisi. Xiye mulai berbicara secara terbuka tentang keadilan iklim dan hak-hak masyarakat adat, dan memobilisasi 600 siswa dari sekolahnya untuk berpartisipasi dalam pemogokan iklim pertama pada bulan Maret 2019.

Masyarakat adat berada di garis depan krisis iklim. Mereka mempunyai hubungan paling dekat dengan lingkungan hidup dan seringkali terjebak dalam marginalisasi politik dan ekonomi yang menyebabkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia, diskriminasi, dan hilangnya sumber daya. Melindungi dan menegakkan hak masyarakat adat atas tanah sangat penting untuk memitigasi krisis iklim, karena tanah yang dikelola oleh masyarakat adat mengandung 80% keanekaragaman hayati dunia, meskipun masyarakat adat berjumlah kurang dari 5% dari populasi global.

Baca Juga  Mojtaba Khamenei: Dengan Pertolongan Tuhan, AS Menghadapi Kekalahan Memalukan

Bagi Bastida, Menjadi Aktivis Iklim Berarti Harus Pandai Berbicara

Sebagai seorang aktivis muda perubahan iklim, Bastida memilih untuk mengesampingkan apa yang dianggap sebagai kepentingan dan aktivitas remaja biasa, dan malah mencurahkan waktunya untuk belajar tentang kebijakan iklim. Bagi Bastida, menjadi aktivis iklim berarti harus pandai berbicara, memahami ilmu pengetahuan, dan membawa perspektif unik yang menonjol.

No More Posts Available.

No more pages to load.