Oleh: Lukas Luwarso, Jurnalis senior
Ungkapan “wag the dog”–mengibas anjing–dalam literatur politik merujuk pada strategi pengalihan isu. Alih-alih anjing mengibas ekor; yang terjadi justru ekor mengibas anjing. Konsep ini dipopulerkan film Wag the Dog (Robert De Niro), menggambarkan bagaimana perang fiktif direkayasa untuk menutup skandal seksual atau korupsi presiden. Menjadi alat analitis untuk membaca bagaimana krisis eksternal diciptakan untuk menenggelamkan problem domestik.
Dalam praktik politik modern, perang, retorika keamanan, atau penciptaan musuh bersama sering kali bukan semata soal pertahanan negara, melainkan kalkulasi elektoral dan penyelamatan legitimasi. Kebijakan luar negeri direduksi menjadi panggung pertunjukan, tempat opini publik dikelola lewat ketegangan dan ketakutan.
Perang Amerika-Israel terhadap Iran perlu dipahami melalui lensa “ekor mengibas anjing” ini. Amerika dan Israel adalah anjing, Donald Trump dan Netanyahu adalah ekor. Dua politikus populis ini membuat distraksi untuk mengalihkan tekanan politik domestik. Trump mengalihkan dari kontroversi “Epstein Files” dan kemungkinan dimakzulkan. Netanyahu, mengalihkan dari tuduhan korupsi dan krisis legitimasi internal. Mereka membuat pertunjukan perang, panggung untuk pengalihan isu dan memobilisasi solidaritas nasional.









