Mengibas Anjing: Pelajaran Donald Trump untuk Prabowo

oleh -592 views

Gaya komunikasi “omon-omon” Trump tipikal sosok megalomanic. Retorika impulsif, hiperbolik, klaim sepihak, dan ketidakpedulian terhadap akurasi fakta mengubah politik menjadi tontonan breaking news. Rasionalitas publik terkikis oleh polarisasi, dramatisas, dan sensasi.

Pelajaran untuk Prabowo.

Kedekatan simbolik Prabowo dengan Trump mungkin menjanjikan keuntungan taktis personal sesaat. Tetapi berisiko menggerus posisi Indonesia sebagai negara dengan tradisi bebas-aktif dan non-blok. Dunia multipolar menuntut kepemimpinan yang tenang, kredibel, dan konsisten pada hukum internasional—bukan retorika konfrontatif.

Mengikuti telunjuk politik Trump, dalam kesepakatan tarif ART dan forum eksklusif BOP, hanya mempersempit ruang manuver Indonesia. Indonesia mustinya memainkan peran sebagai political conscience, dengan menolak perang. Khususnya perang bermotif petualangan wag the dog yang berbahaya. Prabowo perlu berani mengambil jarak dengan egomaniacTrump.

Baca Juga  John Herdman Bawa Lima Calon Debutan ke Piala AFF 2026, Siap Dapat Kesempatan Perdana

Mengikuti Trumpisme konsekuensinya bukan hanya diplomatik, tetapi juga domestik. Program Makan Bergizi Gratis yang secara normatif baik semakin terlihat hanya menjadi proyek logistik politik untuk kroni. Begitu pula Koperasi Merah Putih: tanpa desain kelembagaan yang matang, berisiko menjadi sekadar slogan ekonomi kerakyatan. Pemborosan fiskal, di tengah slogan efisiensi dan bangkrutnya ekonomi.

No More Posts Available.

No more pages to load.