Mengintip Kemolekan Desa Wisata Ngilngof di Maluku Tenggara

oleh -62 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Potensi wisata di Indonesia timur sangat besar. Nama-nama seperti Raja Ampat, Bunaken, dan Labuan Bajo menjadi bukti otentik, pariwisata di Indonesia sangat indah dan potensial.

Tentu masih ada sederet destinasi wisata lainnya, baik yang sudah kondang, maupun yang masih terpendam. Bagi yang masih terpendam, peran pemerintah sangat penting dalam menggali maupun mendorong laju pertumbuhan industri pariwisata yang ada.

Terkait hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendorong Desa Wisata Ngilngof di Maluku Tenggara. Tujuannya agar bisa lebih populer dan dikenal oleh wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Apalagi ada keunggulan khusus bahwa desa ini merupakan rumah bagi pantai yang konon punya pasir terhalus di dunia.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Pantai Ngurbloat yang ada di Desa Wisata Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku yang memiliki pasir putih sehalus bedak.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Pantai Ngurbloat yang ada di Desa Wisata Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku yang memiliki pasir putih sehalus bedak.

Menparekraf Sandiga saat visitasi ke Desa Wisata Ngilngof yang masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, Kamis (28/10/2021), menyampaikan rasa takjubnya dengan pasir putih halus yang ada di Desa Ngilngof. Namun, kata dia, disayangkan pasir putih terhalus ini belum terlalu terdengar.

“Jadi branding yang kuat tentang pasir putih terhalus ini yang kita ingin dorong. Seperti seluruh dunia tahu Raja Ampat. Nah, ini tidak terlalu jauh dari Raja Ampat, punya sensasi yang luar biasa dan tidak kalah. Terutama kalau misalkan branding pasir terhalus di ‘dunia’ itu pasti orang akan datang,” ujar Sandiaga, seperti dikutip dari laman kemenparekraf.go.id, Jumat (29/10/2021).

Baca Juga  Hanubun: Pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Sinode GPM di Elat Merupakan Berkat untuk Malra

Pantai dan Danau

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Pantai Ngurbloat yang ada di Desa Wisata Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku yang memiliki pasir putih sehalus bedak.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Pantai Ngurbloat yang ada di Desa Wisata Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku yang memiliki pasir putih sehalus bedak.

Desa Ngilngof merupakan salah satu desa di Kepulauan Kei, yakni di Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara. Desa ini berjarak 15 kilometer (km) atau dapat ditempuh selama kurang dari 20 menit dari Kota Langgur.

Jika wisatawan berangkat dari Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta), perlu transit dahulu di Bandar Udara Internasional Pattimura, Ambon atau Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar sebelum akhirnya tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur.

Di desa ini, wisatawan juga bisa menikmati ragam keindahan pesona alam, di antaranya Pulau Ohoiew. Pulau ini dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ketika air pasang naik, Pulau Ohoiew akan terlihat lebih kecil karena air laut menutupi garis pantai. Namun saat air pasang surut, pulau ini akan terlihat lebih panjang. Keindahan Pulau Ohoiew terdapat pada lidah pasir pantainya yang menjorok ke laut hingga 1 km.

Lalu, Ada juga Pantai Yanroa. Pantai ini merupakan tempat konservasi  mangrove. Keunikan pantai Yanroa adalah ketika pasang surut, air pantai akan menjadi kering dan dangkal sehingga masyarakat menyebutnya Air Meti.

Di saat itulah warga Ngilngof akan menangkap ikan dengan cara tradisional dengan berjalan di tengah laut tersebut. Di bagian lain, ada Danau Ablel yang merupakan danau terbesar di Kepulauan Kei, hingga ada spot diving yang tak kalah indah.

Baca Juga  Wabup Malra, Jadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke 76

Lebih lanjut, Sandiaga mendorong masyarakat untuk bisa mengembangkan potensi wisata alam yang ada, agar terciptanya lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Sport tourism di sini yang belum terdorong adalah olahraga mancing. Padahal minatnya banyak dan kalau kita buat paketnya itu akan sangat terbuka kemungkinannya. Jadi selain olahraga itu, kita juga bisa kembangkan olahraga bola voli pantai, serta permainan yang berbasis beach game. Masih banyak daya tarik potensial yang perlu digali, dikembangkan, dan dipromosikan,” kata Sandiaga.

Budaya dan Tradisi

 Pantai Ngilngof do Desa Wisata Ngilngof yang masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 Foto: Investor Daily/IST
Pantai Ngilngof do Desa Wisata Ngilngof yang masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 Foto: Investor Daily/IST

Selain pesona alamnya, Desa Wisata Ngilngof juga memiliki budaya dan tradisi penduduk yang masih sangat kental sehingga hal ini menjadi daya tarik sendiri.

Seperti tari sariat, tari sawat, tari panah, tari salib, hingga ada ritual pengukuhan secara adat. Desa Wisata Ngilngof pun juga memiliki event tahunan, yaitu Festival Pesona Meti Kei. Dalam acara tersebut ada pagelaran tarian, musik, festival layang-layang, dan lampion. Lalu ada Tour De Mollucas, yang merupakan kegiatan olahraga berbasis pariwisata.

Tak lengkap rasanya jika desa wisata tidak memiliki produk ekonomi kreatif. Di Desa Wisata Ngilngof sendiri punya makanan khas yaitu Embal Pisang yang terbuat dari pisang masak yang dibalut dengan tempung embal (tepung yang terbuat dari singkong beracun yang telah diproses). Kasbi, yang merupakan makan khas Maluku terbuat dari singkong yang direbus menggunakan air santan kelapa.

Baca Juga  Lokasi Rumput Laut di Malra Terpenuhi Unsur Sesuai Tata Ruang Bappeda

Untuk kriyanya, desa wisata ini punya aksesoris khas yang terbuat dari limbah kerang, seperti lampu dari kerang, cermin, dan _ gura. Sedangnya fesyennya, desa ini memiliki baju adat beniang, anyaman tas dari limbah sampah, dan sandal.

Sandiaga berharap Desa Wisata Ngilngof dapat menjadi best practice bagi desa-desa wisata lainnya untuk tetap terus berkembang, meningkatkan perekonomian lokal, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di masa depan.

“Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi dan dorongan untuk terus meningkatkan perekonomian daerah khususnya di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga.

Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menparekraf ke Pulau Kei. Sebab, kunjungan ini turut membangkitkan kembali perekonomian di Pulau Kei.

“Kunjungan ini luar biasa dan akan memotivasi masyarakat untuk mengembangkan, karena kami punya dua perikanan dan pariwisata. Di Kampung Ngilngof dan sekitarnya ini hidupnya dari kunjungan wisatawan,” ujar Thaher.

(red/investor)

No More Posts Available.

No more pages to load.