Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Penguatan Patroli Laut
Menhub Dudy secara khusus menekankan target zero accident dan zero fatality dalam pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026 di Maluku. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan mitigasi risiko, terutama terkait cuaca ekstrem.
“Patroli jalur pelayaran perlu digalakkan untuk memastikan kru kapal merasa aman. Patroli bisa dilakukan secara bergantian oleh Polairud, TNI Angkatan Laut, maupun stakeholder lain yang memiliki armada patroli,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan jalur pelayaran tetap aman dan terkendali, terutama pada kondisi cuaca yang tidak menentu.
Ambon Masuk 10 Besar Pelabuhan Tersibuk Nataru
Wilayah Maluku, khususnya Kota Ambon, menjadi salah satu tujuan utama perjalanan Nataru melalui jalur laut. Berdasarkan survei potensi pergerakan masyarakat pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pelabuhan Ambon masuk dalam 10 besar pelabuhan asal dan tujuan nasional.
Puncak arus mudik di Pelabuhan Yos Sudarso diperkirakan terjadi pada 19 Desember 2025, sementara puncak arus balik diprediksi pada 3 Januari 2026.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat, sebanyak 38 unit kapal telah disiapkan dengan kapasitas angkut mencapai 65.263 penumpang.
Dalam kegiatan tersebut, Menhub turut didampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, serta Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo. (Leonard Manuputty)









