Porostimur.com, Purworejo – Pemerintah mempercepat program elektrifikasi nasional dengan menaikkan anggaran listrik desa (Lisdes) menjadi Rp10,3 triliun pada 2026. Langkah ini diambil untuk menjangkau ribuan desa dan dusun yang hingga kini masih belum menikmati akses listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, negara harus hadir memastikan seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil, mendapatkan layanan listrik yang layak.
“Ide program pemerataan ini muncul ketika saya berdiskusi dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Saya sampaikan masih ribuan desa dan dusun yang belum ada listrik. Negara harus hadir untuk melayani seluruh rakyat,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
Ribuan Desa Masih Gelap
Bahlil mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum teraliri listrik. Kondisi ini menjadi dasar pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan secara masif.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat meninjau langsung program Lisdes dan bantuan pasang baru listrik (BPBL) gratis di Dusun Krembeng, Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing.
Menurutnya, peningkatan anggaran pada 2026 akan difokuskan untuk memperluas jaringan listrik di wilayah yang belum terjangkau sistem PLN.









