“Sapta Cita Lawamena yang diusung pemerintah Provinsi Maluku tidak akan tercapai jika kita berjalan sendiri-sendiri. Semua harus satu irama, sebelas kabupaten/kota harus mendukung. Karnaval hari ini juga menjadi gambaran nyata tentang kebersamaan, persatuan, dan semangat membangun Maluku,” ungkap Jais.
Selain karnaval, turut digelar sejumlah kegiatan pendukung, di antaranya Gelar Pangan Murah, pameran UMKM, serta pameran hasil pembangunan dari 11 kabupaten/kota di Maluku.
Kolaborasi lintas OPD seperti Dinas Pariwisata, Dinas Ketahanan Pangan, dan mitra lainnya juga turut mendukung jalannya acara.
Antusiasme Warga Meski Diguyur Hujan
Peserta karnaval menampilkan atraksi budaya yang mencerminkan visi pembangunan daerah, sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk mereka.
“Kita ingin pelaku UMKM bisa berbenah dan berinovasi. Harapannya, di tahun mendatang kegiatan seperti ini bisa lebih besar dan mewah, sehingga hasil pembangunan Maluku dapat ditampilkan kepada masyarakat, bahkan secara nasional,” tambah Jais Elly.
Meski sempat diguyur hujan, jalannya karnaval tetap meriah. Ribuan warga Ambon tumpah ruah menyaksikan pawai budaya, yang sekaligus menjadi wujud nyata semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Maluku dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. (red)









