Jika terealisasi, kawasan tersebut diharapkan menghasilkan efek ekonomi berantai.
Selain tenaga kerja langsung, pertumbuhan perdagangan, jasa, industri, transportasi, dan sektor pendukung lainnya berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Hendrik menegaskan, pembangunan MILH pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku.
Orientasi proyek, kata dia, tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik. Yang lebih penting adalah memastikan aktivitas ekonomi yang tumbuh setelah pelabuhan beroperasi mampu menciptakan pekerjaan, usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemprov Maluku juga menempatkan konektivitas logistik sebagai salah satu manfaat utama MILH. Sistem logistik yang lebih terintegrasi diharapkan memperlancar pergerakan barang sekaligus memperkuat industri yang berkembang di daerah.
MILH dan Blok Masela pun diharapkan menjadi dua katalis besar bagi pertumbuhan ekonomi Maluku.
Pemerintah daerah ingin investasi berskala besar tersebut menghasilkan efek berganda: lapangan kerja bertambah, usaha tumbuh, konektivitas menguat, dan masyarakat lokal ikut menikmati nilai ekonomi yang tercipta.
Hendrik mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian PPN/Bappenas dan kementerian teknis terkait, Bank Dunia, serta berbagai lembaga lainnya dalam mempersiapkan pembangunan MILH.










