Di sisi lain, MILH juga diproyeksikan memperkuat sistem logistik Maluku. Konektivitas yang lebih baik dinilai penting untuk mendukung arus barang dan menopang aktivitas ekonomi yang berkembang di wilayah kepulauan tersebut.
Pembangunan kawasan ini juga mendapat dukungan pembiayaan infrastruktur dari Bank Dunia (World Bank). Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses persiapan proyek sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.
Pemprov Maluku berharap proses kajian dan perencanaan dapat diselesaikan sesuai tahapan sehingga proyek dapat memasuki fase pelaksanaan dan groundbreaking pada 2027.
Bappeda: Bappenas Rekomendasikan Kajian Segera Dimulai
Kepala Bappeda Provinsi Maluku Anton Lailossa mengatakan, Kementerian PPN/Bappenas telah memberikan rekomendasi kepada Bank Dunia untuk segera memulai penelitian terkait rencana pembangunan MILH.
Kajian tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan sebelum proyek masuk ke fase pelaksanaan.
Hasil penelitian nantinya akan menjadi salah satu landasan untuk mematangkan desain, kebutuhan, serta tahapan pembangunan kawasan logistik terintegrasi tersebut.
Bagi Pemprov Maluku, target groundbreaking 2027 membuat seluruh proses persiapan harus berjalan sesuai jadwal.
Sebab, MILH bukan sekadar proyek pembangunan pelabuhan. Konsepnya dirancang terintegrasi dengan pengembangan kawasan ekonomi dan industri di sekitarnya.









