“Alhamdulillah, sudah ada beberapa yang bantu. Dindingnya sudah terpasang, hari ini rencana pasang atap seng. Tapi setelah itu, kami harus berhenti dulu karena material sudah habis. Nanti cari lagi, baru lanjut,” tambahnya.
Sekolah Reyot, Tapi Semangat Tak Pernah Retak
Ironis memang. Di tengah gembar-gembor program pembangunan pendidikan yang merata, sekolah seperti MTS BUPI nyaris luput dari perhatian. Namun di balik papan-papan lapuk dan ruang belajar sempit, ada semangat yang tak lapuk dimakan usia: semangat para guru dan siswa untuk terus belajar.
Meski tanpa fasilitas layak, mereka tetap menjalankan proses belajar mengajar dengan antusias. Tidak ada keluhan, hanya harapan — agar satu hari nanti, mereka bisa belajar di ruang yang lebih aman dan nyaman.
“Semoga ada yang mau bantu kami. Sekolah ini tempat anak-anak menggantungkan masa depan,” ujar Muksonah, menutup pembicaraan dengan mata berkaca-kaca. (Iswandi Kelilauw)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com











