Perihal fiturnya, secara umum Outlander PHEV masih sama seperti model lama. Pembaruan penting salah satunya adalah Super-All Wheel Control (S-AWC) yang telah berevolusi yang mengelola distribusi tenaga.
Termasuk ada juga bantuan pengemudi MI-PILOT yang dikembangkan menggabungkan sistem Adaptive Cruise Control (ACC) dan Lane Keep Assist (LKA).
Fitur ini bisa bekerja secara otomatis menyesuaikan kecepatan kendaraan, sesuai dengan batas kecepatan atau informasi yang berasal dari sistem navigasi.
Kemudian, fitur ini juga dikombinasikan dengan sistem vektor torsi Active Yaw Control (AYC) baru untuk roda belakang.
Berkat sistem baru dan sasis yang lebih kaku dari generasi sebelumnya, sasis ini membuat Outlander PHEV jauh lebih baik dari sisi pengendalian.
Seperti diketahui sasis yang digunakan mobil ini sama dengan kepunyaan Nissan X-Trail atau Rogue model baru.
Sementara itu, bicara soal desain, pada sisi eksterior mobil ini tampak lebih mengotak dan terkesan gagah dibandingkan pendahulunya.
Adapun interiornya masih mempertahakan instrumen kluster berukuran 12,3 inci dan infotainment dengan layar sentuh ukuran 9 inci.
(red/kompas.com)




