Mojtaba Khamenei: “Iran, Perang, dan Pewaris Api Revolusi”

oleh -13 Dilihat

Oleh: Arbangi Kadarusman, Penulis

Kalau ada orang yang punya alasan paling sah untuk mengajukan cuti panjang atau pensiun dini dari urusan dunia, orang itu pastilah Sayyid Mojtaba Khamenei. 

Belum sempat dia mengeringkan air mata karena kehilangan ayah, ibu, istri, sampai keponakan-keponakan yang lucu itu, yang semuanya syahid karena bom oleh AS Israel, nasib mengetuk pintu rumahnya untuk berdiri tegak menjadi akar bagi jutaan manusia lainnya!

Kita ini sering terjebak pada definisi bahwa pemimpin itu haruslah orang yang paling beruntung, paling kuat, dan paling lengkap fasilitasnya. 

Tapi dalam logika Langit, seringkali yang dipilih untuk memegang tongkat estafet adalah ia yang paling “hancur” secara duniawi. 

Baca Juga  Kantor Pertanahan Malteng Ikuti Sosialisasi RTRW Provinsi Maluku 2025–2044

Allah sedang mempertontonkan sebuah drama kosmik: bahwa untuk memimpin sebuah perlawanan terhadap kezaliman global, dibutuhkan hati yang sudah tidak lagi terikat pada dunia. 

Mojtaba Khamenei kehilangan ayah (Ayatullah Ali Khamenei), ibu, istri, dan anak-anaknya bukan karena kebetulan. Itu adalah proses “tajrid”, pembersihan total. 

Dia dipaksa untuk tidak memiliki siapa-siapa agar dia bisa menjadi milik siapa saja yang tertindas. 

Mojtaba Khamenei berdiri di sana, memikul luka yang kalau dibagikan ke seluruh penduduk kota, mungkin semua orang akan masuk rumah sakit jiwa. 

No More Posts Available.

No more pages to load.