“Maka diprediksikan Sya’ban tidak 29 hari, akan istikmal atau digenapkan 30 hari. Sehingga 1 Ramadan versi pemerintah bukan Rabu, tapi Kamis, 19 Februari,” terang Maskufa.
Menjaga Sikap Saling Menghormati
Meski berpotensi terjadi perbedaan awal Ramadan, Muhammadiyah menegaskan komitmen untuk menjaga sikap saling menghormati antarumat Islam.
Maskufa menilai perbedaan penetapan merupakan bagian dari ijtihad dalam memahami dalil dan metode penentuan kalender hijriah.
“Sebagai akademisi, itu bagian dari ijtihad. Kalaupun ada perbedaan, saling menghormati dan menghargai karena itu bagian dari memahami,” pungkasnya. (red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










