Porostimur.com | Malang: Di Lantai dua Gedung Kesenian Gajayana Kota Malang, terdapat sebuah Museum Musik yang berdiri sejak tahun 2016. Sebelumnya telah dirintis mulai tahun 2009 dengan nama Galeri Malang Bernyanyi. Setelah itu diubah menjadi Museum Musik Indonesia pada tahun 2016 sampai sekarang.
Melansir momentum.com, Hengky Herwanto, ketua MMI di sela-sela kesibukaannya mengungkapkan bahwa baru-baru ini UNESCO memberikan kepercayaan kepada MMI untuk mengarsipkan Majalah Aktuil yang terbit sekitar tahun 1967 sampai 1978 untuk di digitalisasi dan akan di share di website resmi MMI agar dapat di akses secara gratis oleh pecinta Musik di seluruh dunia.
“Kita dapat bantuan dari UNESCO untuk digitalisasi majalah aktuil ini sekitar 200 majalah, rencana selesai pada bulan November dan ini masih lagi tahap pengerjaan,” terang ketua MMI Hengky Herwanto.
MMI sebagai salah satu museum musik yang berada di Kota Malang memiliki beragam koleksi mulai dari Rekaman, cetak, digital, instrumen hingga memorabelia seperti souvenir sampai kostum dan merchandise para musisi yang sangat bersejarah.

Untuk rekaman mempunyai tifa klasifikasi mulai kaset pita, CD hingga vinyl. Ketua MMI itu mengungkapkan bahwa sebagian besar koleksi di museum ini yaitu sumbangan dari masyarakat, pecinta musik, kolektor hingga seluruh dunia. “Disini sebagian kecil memang koleksi pribadi saya, tetapi sebagian besarnya lagi adalah sumbangan dari masyarakat seluruh dunia,” tambahnya.




