Negara Sebagai Organisasi Kejahatan

oleh -543 views

Boleh jadi dan mungkin menjadi serba permisif, dengan mekanisme perekrutan taruna dan mutasi jabatan di jajaran polri yang kapitalistik dan transaksional seperti itu, hanya melahirkan kebanyakan  polisi korup, tak bermoral, dan bengis.

Jauh dari integritas, kapabilitas dan akuntabilitas, dalam melayani kepentingan publik, mencintai, dan melayani rakyat sepenuh hati.

Namun demikian, layak juga dipertimbangkan bahwa polisi-polisi itu tak berdaya dan tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Mereka terjebak pada satu situasi dan kondisi yang memang sudah buruk sedemikian rupa.

Sistem telah memaksa para polisi baik yang pemula maupun yang senior untuk mengikuti arus dibanding terseret arus, terlepas apakah itu baik atau buruk baginya dan institusi kepolisian.

Sistem yang dalam kerusakan akut, telah memperkosa cita-cita, keyakinan, dan pengabdian para polisi baik, sehingga ideslisme terkoyak dimangsa paduan suara kejahatan dalam salah-satu organisasi penegak kebenaran dan keadilan yang sejatinya diinginkan dan dirindukan rakyat.

Baca Juga  AS Serang Iran di Selat Hormuz, Ketegangan Memanas di Tengah Upaya Negosiasi

Hanya ada “a few good man” dalam sindikat penyamun dan berbahaya di kelembagaan negara yang strategis itu.

Bukan Cuma Polri

Begitu terorganisir, terstruktur dan masif, kebanyakan institusi negara diselimuti praktik-praktik menyimpang. Kasus di tubuh Polri dengan personifikasi Ferdi Sambo, sesungguhnya juga menjadi representasi distorsi mayoritas institusi negara, seandainya tabu dianggap mewakili pemerintah dan negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.