Mereka cukup toleran saja pada kegiatan dagang itu dan cuan masuk dengan deras. Mulai dari segelas teh hingga taksi ke bandara atau stasiun kereta.
Ironinya disini adalah bahwa orang dan institusi yang seharusnya melaksanakan dan menjaga kebijakan negara kemudian menjajakannya. Dalam bahasa akademisnya, ini adalah tingkah laku predatorial.
Dan para predator itu selalu saja berasal dari orang yang memiliki kekuasaan. Betapapun kecil kekuasaan itu.
Kalau kita kembali ke kreativitas, ya bangsa kita ini sangat kreatif. Bahkan ketika melakukan kecurangan.
Dimana di dunia ini orang mau menjadi joki untuk vaksin? Joki adalah seseorang yang dibayar untuk disuntik vaksin. Istilah joki ini muncul ketika ujian masuk perguruan tinggi dimana seseorang mengerjakan ujian orang lain.
Kalau vaksin saja ada wirausahawan yang mau membisniskannya, Anda berani bilang kalau inovasi dan kewriausahaan negeri ini rendah? (*)









