Negeri yang Kreatif

oleh -282 views

Kewirausahan itu bukan hanya mengandalkan inovasi. Dia juga mengandalkan kekuatan untuk bisa bersaing. Kadang seseorang yang berusaha (berbisnis) tidak punya kekuatan. Dia butuh kekuatan lain supaya mengalahkan saingan-saingannya.

Dan di dunia modern ini, yang paling berkuasa adalah negara. Makanya siapa saja yang menempel pada kekuasaan negara, dialah yang unggul.

Itu tidak terjadi pada lapisan elit saja. Juga di kalangan rakyat melata. Kemarin rame diberitakan pada pekerja migran yang datang dari luar negeri harus membayar 35-40 ribu untuk satu cup mi instan!

Ini terjadi karena mereka harus menunggu 6-12 jam sebelum masuk karantina. Dan tidak disediakan makanan atau minuman.

Wirausaha-wirausaha baru muncul untuk ‘membantu’ kaum pahlawan devisa ini melepas lapar dan dahaga. Sebenarnya tidak tidak diperbolehkan. Tapi pasar terbentuk karena kebutuhan dan pasar dilindungi oleh para aparat negara — yang cukup bertoleransi terhadap kegiatan pasar itu, duduk manis, dan bisa menyumpal kantongnya dengan duit.

Baca Juga  Blokade AS Kopong, 34 Kapal Hantu Iran Menyelinap Bawa Minyak Senilai Rp15,6 Triliun

Kawan, kalau kau merindukan Orde Baru, sekarang tidak usah pakai mesin waktu. Kau cukup karantina saja. Kau akan lihat bagaimana orang-orang berseragam itu menjajakan toleransi. Maksudnya, mereka toleran membiarkan proses jual-beli yang seharusnya tidak terjadi.

No More Posts Available.

No more pages to load.