Nekat Kejar Pendemo dengan Sebilah Parang, ini Penjelasan Bupati Halmahera Utara

oleh -492 views

Porostimur.com, Tobelo – Bupati Halmahera Utara (Halut) Maluku Utara (Malut), Frans Manery, memberikan penjelasan terkait aksi nekatnya mengejar sejumlah pendemo menggunakan sebilah parang, Jumat (31/5/2024).

Melalui video pendek yang disebar ke platfom WhatsApp, Frans Manery mengatakan, sebelum mengejar para pendemo dengan sebilah parang, dia telah meminta para mahasiswa itu agar pulang, hanya saja massa justrupara mahasiswa itu tidak mengindahkan permintaannya.

Menurut Frans, aksi nekat yang dilakukan olehnya, bukan dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, melainkan sebagai warga yang rumahnya disatroni para mahasiswa.

“Sekali lagi saya katakan, tindakan saya tadi itu bukan atas nama bupati, tapi atas nama pribadi,” katanya.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Halut, Kantor BKAD, dan Kantor Bupati dan Hotel Marahai yang menjadi lokasi menginapnya para artis ibu kota.

Puluhan mahasiswa menggelar refleksi 21 tahun berdirinya Kabupaten Halmahera Utara, dengan aksi penolakan kedatangan artis Ibu kota diantaranya Mario G Klau dan komika Mongol Stres yang akan menghibur masyarakat di acara puncak di Lapangan Do’Omu Matau kawasan pemerintahan pada Jumat malam.

Akibat aksi tersebut, Bupati Halut Frans Manery yang tidak terima kemudian mengejar para pendemo menggunakan sebilah parang.

Para pendemo langsung lari berhamburan saat mengetahui Bupati Halmahera Utara membawa sebilah parang dan mengejar mereka hingga berlarian ke rumah warga.

Aksi itu langsung direkam video dari para pendemo saat dikejar yang terlihat Bupati Frans Manery menggunakan kemeja putih dan didampingi dua orang pengawal.