Selain itu, organisasi juga diharapkan mampu membuka akses permodalan, pelatihan usaha, hingga peluang kemitraan yang dapat mendorong pelaku usaha mikro naik kelas.
“Ke depan, APKLI harus mampu menjadi organisasi yang kuat dalam memperjuangkan hak-hak pedagang, sekaligus membuka akses terhadap permodalan, pelatihan, dan berbagai peluang ekonomi agar anggota semakin mandiri dan sejahtera,” ujarnya.
APKLI Jadi Jembatan Pedagang dan Pemerintah
Sementara itu, Ketua APKLI Perjuangan Kota Ambon, Sutan Marsida, mengatakan APKLI merupakan organisasi resmi yang mewadahi, memperjuangkan hak, sekaligus membina para pelaku usaha mikro di sektor informal.
Menurutnya, APKLI hadir sebagai jembatan komunikasi antara pedagang kaki lima, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan iklim usaha yang lebih baik.
“APKLI memiliki tugas memperjuangkan hak-hak pedagang, memberikan perlindungan hukum, sekaligus membina para pelaku usaha agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.
Ia menjelaskan, APKLI Perjuangan terus mendorong peningkatan kapasitas usaha para anggotanya melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan agar pelaku usaha mikro dapat berkembang menjadi lebih mandiri serta mampu meningkatkan kualitas produk.









