Nusron sedang menghadapi persoalan yang harus dijawab melalui proses hukum. Tetapi di luar proses itu, ada proses lain yang berlangsung lebih cepat dan lebih riuh: proses pengadilan sosial di ruang digital. Di sana, bukti bukan selalu menjadi ukuran utama, dan ketelitian bukan selalu menjadi kebiasaan—yang bekerja sering kali adalah ingatan, emosi, dan kesempatan untuk mengatakan kembali apa yang selama ini tersimpan. (**)
Nusron









