Oknum Polisi Pemerkosa Remaja 16 Tahun di Maluku Utara Dipecat

oleh -1.408 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia akhirnya memecat anggotanya yang memperkosa remaja 16 tahun di Mapolsek Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara.

Polisi tersebut diketahui bernama Briptu NI.

“Pemberhentian tidak dengan hormat dan hukuman seberat-beratnya terhadap Briptu Nikmal,” kata Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo dalam keterangan pers tertulis di lansir dari detik.com, Kamis (24/6/2021).

Ferdy menuliskan, pencabulan tersebut telah melukai hati institusi Polri. Polri memohon pintu maaf terhadap masyarakat Indonesia atas perbuatan anggotanya di Maluku Utara itu.

“Perbuatan pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan Brigadir Satu Nikmal Idwar, anggota Polsek Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, terhadap korban di bawah umur telah menggores hati Institusi Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia terhadap perbuatan keji dan biadab tersangka,” kata Ferdy.

Baca Juga  Asops Kasdam XVI/Pattimura Kunjungi Satgas Pamrahwan Maluku Yonif RK 732/Banau

Pemberhentian tidak hormat terhadap Briptu NI sudah sesuai dengan Pasal 7, 8, dan 10 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri, serta Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri. Untuk proses pemberhentian tidak hormat, Polda Maluku Utara dan Divisi Propam Polri akan memprosesnya.

“Bid Propam Polda Maluku Utara dan Div Propam Polri akan memproses pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada yang bersangkutan melalui mekanisme Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud Pasal 35 UU No 2/2002,” kata dia.

Ferdy juga mengingatkan agar anggota Polri jangan mencoba-coba melakukan perbuatan tercela dan bikin gaduh. Bila itu dilakukan, Div Propam Polri akan bertindak. Warga juga bisa berperan aktif melaporkan polisi yang melakukan perbuatan tercela lewat aplikasi Propam Presisi.

Baca Juga  Masa Tenang Pilkada Kepulauan Sula, ZADI-IMAM Ajak Pendukung Turunkan Atribut Kampanye

“Selanjutnya, siapa saja anggota Polri yang melakukan perbuatan tercela dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat, akan segera ditindak. Tanpa pandang bulu!” tegasnya.

Sementara itu, Polda Maluku Utara memastikan bakal mengusut secara mendalam kasus pemerkosaan remaja berusia 16 tahun di Mapolsek Jailolo Selatan, Halmahera Barat yang mencoreng wajah Korps Bhayangkara itu.

Selain terhadap tersangka oknum polisi pemerkosa berinisial Briptu NI, penyidik pun bakal mengusut keterlibatan oknum lainnya dalam kasus bejat tersebut. Termasuk mendalami keterlibatan Provost Polsek Jailolo Selatan berinisial R yang diduga mengarahkan korban meminta uang ‘tutup malu’ kepada tersangka.

“Saat ini yang memang terduga kuat adalah oknum NI tersebut. Adapun yang lainnya masih dalam pendalaman. Ketika nantinya memang terbukti ada pihak lain maka proses hukum akan diberlakukan kepada yang bersangkutan,” ungkap Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Adip Rojikan, Kamis (24/6).

Baca Juga  Wagub Malut Pantau Pelaksanaan Ujian Sekolah di Halteng

Menurut Adip, dalam kasus ini Polda Maluku Utara akan serius mengusutnya secara tuntas tanpa pandang bulu.

Ia menambahkan, Kapolsek Jailolo Selatan pun akan diperiksa dalam kasus ini. Sebab yang bersangkutan selaku pimpinan di tingkat Polsek, tempat di mana tersangka Briptu NI bertugas dan melancarkan aksi bejatnya tersebut.

“Tentunya menjadi bahan evaluasi dan kami perlu untuk mengambil keterangan melalui Bid Propam keberadaan kapolsek itu dan sejauh mana yang bersangkutan telah melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai pimpinan tinggi di tingkat Polsek sehingga kejadian ini bisa terjadi,” pungkasnya.

(red/tsc)

No More Posts Available.

No more pages to load.