Jalin Kemitraan dengan Pemprov Jatim, Pemprov Maluku Urus Sertifikat SNI Minyak Kayu Putih

oleh -69 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Guna meningkatkan nilai jual dan nilai ekonomi, Pemerintah Provinsi Maluku akan berupaya agar Minyak Kayu Putih adalah Maluku mendapatkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nataniel Orno dalam konferensi persbersama Kepala Disperindag Jawa Timur, Drajat di Lantai II Kantor Gubernur Maluku, Kamis (24/6/2021).

“Minyak kayu putih khas Maluku ini, kita akan lakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan nilai jualnya,” ungkap Wagub.

Orno bilang, sertifikat SNI penting, karena produk yang belum di SNI tentu tidak akan bisa masuk ke pasaran global atau tingkatan pasar yang lebih luas.

“Jika telah ter-SNI, tidak hanya meningkatkan nilai jualnya namun produk khas Maluku juga telah terlegitimasi,” tukasnya.

Baca Juga  Wagub Buka Sidang Majelis Daerah Maluku GBI II

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Drajat mengatakan bahwa, Pemprov Jatim akan membantu untuk SNI-kan minyak kayu putih tersebut.

“Kita akan bantu untuk perizinan SNI-nya agar diantar ke pasar, karena kami punya tempat itu,” tutur Drajat.

Ia mengaku juga akan membantu dalam mendesain kemasan minyak kayu putih lebih baik lagi.

Selain minyak kayu putih, hal serupa juga akan dilakukan untuk produk-produk lainnya terutama produk lokal milik pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Maluku.

“Jadi kerjasama ini kita akan saling adopsi antara Maluku dan Jatim, karena Maluku punya SDA dan kita punya SDM,” ujarnya.

Baca Juga  Ini Penjelasan Wakil Gubernur Terkait Pengentasan Kemiskinan di Maluku

Karena kalau dilihat banyak produk-produk dari luar pulau itu belum SNI sehingga belum dapat masuk ke pasar global.

“Dan di sini kami sudah punya pondok kurasi, InsyaAllah, Saya akan terapkan di sini karena Pondok Kurasi ini adalah setiap IKM itu, masuk dulu ke Pondok Kurasi disitu akan dicek dulu perijinannya, standarisasinya, SNI-nya baru diantarkan ke pasar,” pungkasnya. (nicolas)