Omong Kosong & 2 Puisi Lain Firman Wally

oleh -1 views

OMONG KOSONG

Beberapa hari yang lalu mereka datang dari rumah ke rumah,
memuntahkan kata-kata perayu di meja tamu, di gelas-gelas yang berisi omong kosong
lalu, kalimat ditata sebijak mungkin agar dapat didengarkan oleh orang-orang yang mereka anggap sampah

Sebulan berselang mereka menjelma patung-patung
setelah mendapatkan kekuasan,
setelah itu demi menyambung nafas mereka rela menjadi pejilat sepatu
untuk orang-orang yang mereka anggap langit.

Kasihan, ada orang susah yang mereka tertawakan
ada janji-janji yang belum jua terkabulkan
namun mereka masih berusaha membuat
lagi hutang baru, dan hutang lama pun terabaikan

Setelah ini
Bila mendapat lagi kedudukan
Lantas kata-kata mana lagi yang akan mereka lupakan setelah dijadikan permata
Kepala rakyat susah mana lagi yang mereka injaki, air mata mana lagi yang akan mereka gugurkan saban hari bercampur keringat susah yang tabah.

Dan kuyakini mereka tetap saja begitu
kalau hidupnya hanya untuk memperbesar isi perut,
dan memalsukan janji-janji omong kosong yang berlarut-larut.

Tahoku, 16 Mei 2021

========

DI TUNGKU YANG SETIA BERSAMA IBU

Memulangkan hari-hari yang telah berlalu
di pagi yang baru saja memuntahkan matahari. Bagi kami pagi tak indah
kalau aroma ikan hasil tangkapan ayah
harumnya tak mengepul di tungku yang selalu setia bersama ibu

Tahoku, 16 Mei 2021

========

PANTAI YANG KAMI KENANG

Sama halnya anak-anak yang menikmati hujan berguguran setalah berbulan-bulan ditikam panas berkepanjangan– di pantai yang tak pernah kami lepas ramai, kami berada di antara anak ombak, di atas gusepa yang setia menjadi jarum menjahit tawa hingga lupa arah pulang. Itu sebelum 3G dan 4G memasuki kampung-kampung.

Setelah bagun tidur, maupun sepulang sekolah
pantai ada wahana terindah yang selalu kami datangi berkali-kali tanpa janji

Di suatu pagi, siang hari , hingga sore hari, suara kami selalu ada bersama sahutan burung pantai, juga nyaring suara ibu memanggil pulang ketika jam makan, jam tidur siang, maupun hari dijemput petang.

Dan kini pantai selalu kami kenang
sebab usia tak bisa lagi diajak untuk mengulang

Tahaku, 16 Mei 2022

=====

No More Posts Available.

No more pages to load.