Operasi Jaring Laba-laba Ukraina Hancurkan 40 Pesawat Rusia Senilai Rp111 Triliun

oleh -6 Dilihat

Menurut laporan ini, pesawat nirawak pandangan orang pertama (FPV) diselundupkan jauh ke dalam Rusia dan disembunyikan di dalam truk di kabin kayu bergerak.

Atap kabin kemudian dibuka dari jarak jauh, dan pesawat nirawak tersebut mulai melancarkan serangan terhadap pesawat pengebom militer Rusia.

Gubernur Irkutsk Rusia Igor Kobzev mengonfirmasi bahwa pesawat nirawak yang menyerang pangkalan militer di Sredniy, Siberia diluncurkan dari dalam truk. Dalam sebuah posting di Telegram, ia mengatakan bahwa lokasi peluncuran telah diamankan dan tidak ada lagi ancaman terhadap nyawa orang.

Media Rusia juga melaporkan bahwa serangan lain diluncurkan dengan cara yang sama, dengan pesawat nirawak muncul dari belakang truk.

Rekaman media sosial yang dibagikan secara luas oleh media Rusia tampaknya memperlihatkan pesawat nirawak terbang dari dalam kontainer, sementara panel-panelnya teronggok di jalan. Satu klip tampak memperlihatkan orang-orang memanjat truk dalam upaya untuk mencegat pesawat nirawak tersebut. Kepala SBU Jenderal Vasyl Malyuk melihat foto-foto pesawat pengebom Rusia dan lapangan udara.

Baca Juga  Tinjau Ponpes Hidayatullah, Bupati Haltim Minta PT JAS Segera Bantu Perbaikan Bangunan Ambruk

5. Bukan Operasi Modern Pertama Ukraina

“Operasi Jaring Laba-laba” bukanlah operasi tidak konvensional pertama yang dilakukan oleh Dinas Keamanan Ukraina.