Pajak dan Luka Kolektif Rakyat

oleh -103 views
Ansori

Kesehatan Mahal, Pendidikan Berbiaya

Kesehatan seharusnya hak dasar, tetapi banyak keluarga miskin antre berhari-hari di rumah sakit, bahkan ada yang meninggal sebelum mendapat layanan. Iuran BPJS wajib dibayar, namun fasilitas tak sebanding.
Begitu juga pendidikan. Meski disebut gratis, orang tua masih terbebani biaya buku, seragam, hingga iuran komite. Banyak anak bangsa putus sekolah karena kemiskinan. Ironinya, anak-anak pejabat justru bersekolah di luar negeri dengan biaya fantastis—seringkali bersumber dari uang rakyat.

Korupsi Elit, Luka yang Menganga

Kasus Gayus Tambunan membuka borok mafia pajak. Disusul Rafael Alun Trisambodo yang pamer kemewahan dari jabatan yang seharusnya melayani rakyat. Itu hanya puncak gunung es, sementara praktik manipulasi, suap, dan permainan gelap terus terjadi.

Setiap rupiah yang dikorupsi adalah luka bersama: sekolah gratis tertunda, rumah sakit terbengkalai, bantuan pangan tak sampai. Pajak rakyat dirampas, rakyat hanya mendapat sisa.

Baca Juga  Dorong Produktivitas Petani, Bupati Halbar Serahkan Traktor Bantuan Kementan

Tunjangan Elite, Penderitaan Rakyat

Kontras paling menyakitkan adalah jurang antara rakyat dan elit. Anggota DPR mendapat gaji puluhan juta plus tunjangan perumahan, transportasi, kesehatan, hingga dana aspirasi miliaran per tahun. Menteri menikmati rumah dinas megah, mobil mewah, dan berbagai fasilitas.

No More Posts Available.

No more pages to load.