Pakar Lingkungan Abraham Tulalessy Beberkan Hasil Peninjauan Pembangunan Sungai Waitomu

oleh -60 Dilihat
Pakar lingkungan Abraham Tulalessy menilai, pembangunan dan pemanfaatan kawasan sungai harus dilihat secara menyeluruh, dengan mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat, ketentuan hukum, serta aspek kelestarian lingkungan.

Tiang tersebut, kata dia, tidak dirancang sebagai bagian permanen dari bangunan dan akan dilepas setelah proses pengecoran selesai serta beton mengering.

“Yang ada itu hanya tiang penyangga untuk proses pengecoran. Setelah pengecoran selesai dan beton mengering, tiang tersebut akan dicopot,” jelasnya.

Abraham juga menyinggung persoalan pengendalian sampah di kawasan sungai. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Kodam XV/Pattimura untuk mengetahui langkah antisipasi terhadap sampah yang terbawa arus.

Dari komunikasi tersebut, ia memperoleh penjelasan bahwa pihak Kodam telah menyiapkan jaring penahan sampah untuk mengantisipasi masuknya sampah melalui aliran sungai.

“Pihaknya sudah menyiapkan jaring penahan sampah di sungai,” ungkap Abraham.

Menurutnya, langkah pengendalian sampah tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan dan kelancaran aliran sungai, terutama di kawasan perkotaan.

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Siapkan Storage Minyak hingga 60 Hari dan Bioetanol E20

Pembangunan Waitomu Harus Berbasis Kajian Ilmiah

Pandangan Abraham menambah perspektif dalam polemik pembangunan kawasan Sungai Waitomu yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Kota Ambon.

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut penataan kawasan dan kepentingan pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan kapasitas sungai, keselamatan warga, serta keberlanjutan lingkungan.

No More Posts Available.

No more pages to load.