Ia menilai partisipasi politik masyarakat memang tinggi, namun kualitas partisipasi tersebut patut dipertanyakan.
“Kita itu partisipatif, tetapi kualitas partisipasinya saya pertanyakan,” lanjutnya.
Alasan Orang Memilih Jadi Bahan Candaan
Dalam pertunjukan Mens Rea, Pandji mengaku sengaja mengangkat topik alasan orang memilih pemimpin sebagai bagian dari kritik sosialnya.
“Di 15 menit pertama itu salah satu jokes-nya adalah alasan orang memilih. Misal, pilih karena agama, ada yang milih karena tampang, ada yang milih karena bisa kerja, ada yang milih karena popular sampai ada yang milih karena pernah ngasih sesuatu,” ucapnya.
Menurut Pandji, alasan-alasan tersebut belum cukup untuk menentukan kualitas seorang pemimpin.
“Padahal itu bukan alasan yang lengkap untuk memilih seseorang,” tambahnya.
Ingin Menggugah Kesadaran Publik
Pandji berharap, candaan-candaan politik yang ia sampaikan dapat menggugah kesadaran masyarakat agar lebih kritis dan rasional dalam menentukan pilihan politik.
“Dengan materi yang berbau politik ini, gue ingin kita bercermin bahwa kita harus memilih pemimpin dengan bijak,” katanya.
Ia juga menilai perubahan tidak bisa hanya diharapkan dari dalam sistem pemerintahan.
“Mengubah dari ‘dalam’ itu bohong, karena yang di dalam enggak bisa ngapa-ngapain kalau kita pilih sembarangan. Yang mesti diubah itu yang di luar, yakni kita,” tegas Pandji.




