Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Prioritaskan Pasokan untuk PLN dan Industri Dalam Negeri

oleh -19 Dilihat
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemangkasan sekitar 8 persen dari volume ekspor gas pipa tersebut masih berada dalam batas kontrak minimum sehingga tidak melanggar perjanjian yang telah disepakati dengan mitra negara lain.

Ia mengungkapkan, tingkat utilisasi sektor industri saat ini masih berada di kisaran hampir 70 persen. Dengan dukungan pasokan gas yang lebih memadai, pemerintah berharap utilisasi industri dapat meningkat menjadi 80 persen hingga 85 persen.

Peningkatan utilisasi tersebut diharapkan berdampak terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), peningkatan aktivitas produksi, serta keberlangsungan lapangan kerja di berbagai sektor industri.

“Selain terhadap peningkatan PDB, lapangan kerja kita juga akan lebih terjamin, anak-anak juga bisa bekerja, banyak orang yang akan senang dengan alokasi gas untuk sektor industri ini,” katanya.

Pemerintah berharap ketersediaan gas yang lebih terjamin dapat membantu pelaku industri menjaga kelangsungan operasional, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesempatan kerja.

Bahlil Tegaskan Pemerintah Tetap Hormati Kontrak Ekspor Gas

Selain ekspor gas melalui pipa, Bahlil menyebut Indonesia juga mengekspor sekitar 146 kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Baca Juga  Indonesia Emas dan Anak Muda yang Cemas

Ia mengatakan, harga gas dalam kontrak ekspor tetap dijalankan sesuai kesepakatan, dengan harga yang disebut berada di bawah rata-rata 20 dolar AS per satuan yang disampaikan dalam konferensi pers tersebut, meskipun harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami kenaikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.