Namun, ia belum memastikan akan memberikan dukungan kepada Jeffries sebagai pemimpin Demokrat.
“Itu akan menjadi pemungutan suara pertama yang saya lakukan. Hal itu akan menentukan corak perwakilan yang akan dimiliki daerah pemilihan saya, dan saya ingin suara tersebut memiliki makna bagi komunitas saya,” ujarnya kepada CNN.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa kandidat progresif memahami posisi strategis mereka.
Mereka tidak harus buru-buru menentukan pilihan. Dengan menahan dukungan, mereka memiliki daya tawar lebih besar untuk memperjuangkan agenda politik ketika resmi duduk di Kongres.
Avila Chevalier bahkan telah menyiapkan sejumlah agenda yang ingin diperjuangkan sejak hari pertama berada di Washington.
Di antaranya adalah penghentian penjualan senjata ke Israel, Green New Deal untuk perumahan rakyat, penghapusan super PAC, layanan penitipan anak universal, serta kenaikan upah minimum.
“Sudah saatnya bagi mereka yang berada di Washington D.C. atau tempat lain—yang mungkin merasa nyaman dengan status quo—untuk menyadari bahwa sebagian besar rakyat negeri ini sangat menginginkan perubahan,” katanya.
Sementara itu, isu hubungan AS dengan Israel menjadi salah satu titik temu penting di kalangan progresif.









