Porostimur.com, Ambon – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku menggelar Obrolan Demokrasi Kudatuli bertema “Dari Perlawanan Menuju Reformasi” di Ambon, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi atas Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 sekaligus membahas tantangan demokrasi Indonesia dengan melibatkan organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
Ketua Panitia Johan Rahantoknam, mengatakan kebebasan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak lahir secara instan, melainkan merupakan buah dari perjuangan panjang para pejuang demokrasi, termasuk kader-kader PDI Perjuangan.
“Karena itu, kebebasan yang kita nikmati hari ini ditentukan oleh perjuangan 30 tahun yang lalu, khususnya perjuangan PDI Perjuangan. Dialog ini mengingatkan kita akan pentingnya mengenang sejarah sekaligus merefleksikan perjalanan demokrasi bangsa,” ujar Johan.
Menurutnya, forum tersebut sengaja menghadirkan berbagai elemen pemuda, khususnya organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus, agar generasi muda memahami sejarah perjuangan demokrasi Indonesia.
“Sebagian besar yang hadir merupakan alumni Cipayung Plus, termasuk dari Pengurus Besar Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku. Melalui forum ini kita dapat melakukan refleksi bersama agar nilai-nilai perjuangan demokrasi terus hidup di kalangan generasi muda,” katanya.










