Pemda Kapulauan Sula Bakal Tertibkan Hewan Ternak yang Berkeliaran

oleh -27 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula, (Kepsul), Maluku Utara (Malut), melayangkan surat edaran berisikan imbauan kepada seluruh masayarakat, terkait penertiban hewan ternak, sapi, kambing dan lainnya.

Surat edaran dengan nomor 438/527/SETDA-KS/VIII/2021, ditanda tangani oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda), Muhlis Soamole. Payung hukumnya adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tahun 2008.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Kepsul, Abdi Umagapi, mengatakan, Surat Edaran yang ditanda tangani Plt Sekda pada 20 Agustus 2021. Dan terhitung 14 hari, yakni sekira 3 September 2021 mulai eksen di lapangan.

“Kenapa begitu? karena memang di dalam Perda juga mengatakan begitu. 14 hari itu maksudnya agar pemilik-pemilik ternak ini mereka bisa benahi ternak itu mau diikat atau dikandangkan,” jelas Abdi Umagap, Selasa (24/8/2021).

Abdi mengatakan, tujuan Surat Edaran (SE) ini untuk memberi waktu kepada masayarakat agar dapat menertibkan hewan ternak mereka masing-masing.

Baca Juga  Kostum Tandang Tim Nasional Indonesia Resmi Dirilis

“Jadi, misalnya sesudah 14 hari lalu tidak ada lagi, itu berarti ada kemajuan dan artinya mereka sadari bahwa memang sudah ditertibkan, berarti kita di Satpol tidak harus mau ambil lagi, karena memang tidak ada sasaran,” ujar Abdi.

Menurut Abdi, pihaknya akan turun ke jalan untuk menertibkan hewan ternak sesuai waktu yang ditentukan tadi yakni 14 hari pasca peternak menerima imbauan tersebut.

“Mungkin di atas tanggal 3 setelah 14 hari itu, karena surat sudah ditanda tangan pada tanggal 20, dan sekarang masi di kecamatan nanti di disposisikan ke desa-desa,” bebernya.

Abdi menambahkan, apabila di atas waktu yang ditentukan 14 hari masih ada hewan ternak yang dibiarkan bebas maka petugas Satpol PP akan mengamankan hewan ternak tersebut dan ditampung di Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara.

Baca Juga  Yamaha Jatuhkan Skors, Maverick Vinales Resmi Absen dari MotoGP Austria

 “Nanti sapi itu dibawa ke Desa Wainin, kalau ada yang datang mau ambil ya harus bayar denda 500.000. Uang ini untuk bayar orang yang menjaga hewan tersebut, tapi kalau tidak diambil-ambil dalam jangka waktu 14 hari terpaksa kami lelang, dan uangnya masuk ke distribusi PAD Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Abdi berharap dari imbauan yang tertuang dalam Surat Edaran itu, semoga menghadirkan kesadaran para pemilik hewan ternak.

“Muda-mudahan lebih tertib, lebih bijaksana dalam hal mengurus mereka punya ternak, sehingga tidak ada lagi kecelakaan di jalan karena memang ini merujuk dari hal-hal estetika juga tidak baik,” tutupnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.