Pemerintah Harus Responsif atas Pembungan Limbah Nuklir Fukusima

oleh -519 views

Oleh: Hasby Yusuf, Bakal Calon Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara 

Kebijakan Jepang melepaskan air limbah nuklir dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut menuai berbagai kontroversi. China, Korea Selatan, Hongkong bahkan sudah menghentikan impor komoditi Aquatik dari Jepang. Bahkan di Jepang sendiri masyarakat mulai panik dan takut mengkonsumsi ikan dari laut Jepang.

Pernyataan pemerintah Jepang, bahwa mereka secara konsisten memprioritaskan kesehatan manusia dan lingkungan perairan. Pemerintah Jepang juga menjelaskan, mereka menggunakan Advanced Liquid Processing System (ALPS) untuk menghilangkan 62 bahan radioaktif berbeda dari air yang terkontaminasi dan hanya menyisakan tritium yang dalam batas yang tak berbahaya.

Demikian juga dengan pernyataan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Amerika Serikat dan negara-negara Barat menepis akan kekhawatiran dampak limbah radioaktif nuklir Jepang dengan dalil kadar radioaktif masih dalam batas rendah. Tetap itu tidak menenangkan negara di sekitar Jepang dan negara-negara di Samudera pasifik.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Tentu saja menurut kami patut mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Indonesia. Dalam jangka panjang harus diantisipasi dampak khususnya di daerah Maluku Utara terutama di Kepulauan Morotai yang berhadapan langsung dengan lautan pasifik. Mengingat kekhawatiran utamanya adalah air yang diolah akan mengandung isotop berbahaya yang menimbulkan risiko bagi manusia dan ekosistem laut dalam jangka panjang.

No More Posts Available.

No more pages to load.