Porostimur.com, Sanana – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula resmi memulai proses penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Senin (21/7/2025), yang dipusatkan di Aula ISDA, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana. Forum ini menghadirkan narasumber utama dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Dalam pemaparannya, Sarah Nita Hasibuan, SE., M.Si, tenaga ahli dari Unhas, menekankan sejumlah isu strategis yang akan menjadi fondasi penyusunan RPJMD lima tahun ke depan. Di antaranya adalah lingkungan hidup, pendidikan, infrastruktur, serta kesehatan dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
“Kualitas lingkungan hidup yang masih rendah menjadi perhatian utama. Begitu pula sektor pendidikan yang menghadapi tantangan serius, baik dari segi partisipasi masyarakat maupun mutu layanan pendidikan,” ungkap Sarah.
Dari Jalan Rusak hingga Konektivitas Laut yang Buruk
Mengacu pada visi pembangunan daerah “Sula Bahagia Jilid II” yang diusung Bupati, Sarah menyebut bahwa infrastruktur menjadi isu mendesak yang harus ditangani secara sistematis. Salah satunya adalah kondisi jalan yang memprihatinkan.
“Dari total 440 kilometer jalan, hanya 110 kilometer atau kurang dari 30 persen yang dalam kondisi baik. Ini tentu harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.









