Meski belum diluncurkan secara resmi, aplikasi tersebut sudah mulai digunakan di sejumlah sekolah dan mendapat respons positif dari tenaga pendidik.
Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan
Selain mendorong digitalisasi, Pemkab Maluku Tenggara juga memberi perhatian pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya capaian literasi dan numerasi di jenjang pendidikan dasar.
Raudha mengungkapkan, berdasarkan rapor mutu pendidikan tahun 2025, capaian jenjang SMP di Maluku Tenggara tergolong baik di tingkat Provinsi Maluku. Namun, kualitas pembelajaran pada jenjang SD dan TK masih perlu ditingkatkan.
“Untuk SMP, capaian kita termasuk yang terbaik di Provinsi Maluku. Namun untuk SD dan TK masih harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dorong Kompetensi Guru Berbasis Teknologi
Ia menegaskan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kompetensi individu guru, tetapi juga sistem pembelajaran serta penguatan kapasitas tenaga pendidik secara berkelanjutan.
Pemkab Maluku Tenggara pun berencana menerbitkan instruksi Bupati agar sekolah mengalokasikan dana BOS untuk mendukung kelompok belajar guru dan peningkatan kompetensi.
Selain itu, pelatihan berbasis teknologi mulai diperkenalkan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan, coding, dan pembelajaran digital.
“Kalau guru tidak adaptif terhadap perubahan, akan sulit menciptakan peserta didik yang siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.









