Porostimur.com – Ambon: Salah satu biang kemacetan di Kota Ambon, selain padatnya kendaraan, tapi juga dinilai karena semrawutnya becak-becak yang tidak lagi beroperasi sesuai jalurnya. Sebab itu, isu becak bakal “dihilangkan” kedepannya pun mengemuka di masyarakat.
“Memang kalau sudah seperti ini, dengan tingkat kepadatan seperti ini memang becak itu menjadi pertimbangan untuk kita mengalihkan mereka kemana,” tandas Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon Robby Sapulette kepada awak media di Balaikota Ambon, Rabu (15/9/2021).
Menurutnya, kebijakan itu sama sekali belum masuk dalam perencanaan Dinas Perhubungan (Dishub) di tahun ini maupun tahun depan.
Sebab kebijakan yang akan dilaksanakan hanya yaitu pembatasan usia kendaraan, perampingan trayek dan akan ada sistem barcode di dalam angkutan umum. “So far sejauh ini belum ada kebijakan itu (hilangkan becak di Ambon-red),” akuinya.
Menghilangkan becak memang akuinya tidak mudah. Sebab pihaknya juga masih harus mempertimbangkan masalah ekonomi masyarakat serta butuh proses seperti konsultasi dan konsolidasi lanjut lagi.
“Khususnya para pengayuh becak itu mau dialihkan kemana, mesti dipertimbangkan. Karena kondisi Covid-19, ekonomi masyarakat lagi susah seperti ini, kita tidak boleh terburu-buru mengambil kebijakan itu,” tegasnya.









