Pemkot Ternate Didesak Tambah Dua Ambulans Laut di Batang Dua, Hiri dan Moti

oleh -276 views
Muis Ade mendesak Pemerintah Kota Ternate untuk segera mengambil langkah konkret, salah satunya dengan menambah minimal dua unit ambulans laut khusus untuk wilayah BAHIM.

“Dari Pustu periksa masih kuat detak jantung, tapi di hari Minggu itu pas naik ambulans laut sudah tidak ada gerakan sampai tiba di Ternate,” ungkapnya.

Setelah dinyatakan meninggal, tim medis melakukan tindakan induksi. Bayi kemudian lahir pada Minggu malam dalam kondisi tidak bernyawa.

Keterbatasan Armada Jadi Sorotan

Kasus ini langsung menuai kritik dari berbagai pihak. Pemerhati hukum kesehatan, Muis Ade, menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk kegagalan serius pemerintah dalam menjamin hak dasar pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan.

Menurutnya, ketergantungan pada satu ambulans laut untuk melayani tiga wilayah kepulauan merupakan kondisi yang sangat berisiko dalam penanganan kegawatdaruratan medis.

“Ketika ambulans tidak berada di lokasi, maka nyawa pasien dan keselamatan janin dipertaruhkan. Ini bukan sekadar keterbatasan, tapi persoalan serius yang harus segera dibenahi,” tegas Muis.

Baca Juga  Dekan FPIK Unpatti Lantik Pimpinan Jurusan Periode 2026–2030

Ia menambahkan, keterlambatan hampir satu hari dalam proses rujukan menunjukkan lemahnya sistem kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah kepulauan.

“Dalam situasi darurat, waktu adalah nyawa. Keterlambatan beberapa jam saja bisa menentukan hidup dan mati,” ujarnya.

Desakan Tambah Armada dan Evaluasi Total

Atas kejadian tersebut, Muis Ade mendesak Pemerintah Kota Ternate untuk segera mengambil langkah konkret, salah satunya dengan menambah minimal dua unit ambulans laut khusus untuk wilayah BAHIM.

No More Posts Available.

No more pages to load.