Pemuda Topo Dorong Gomafu Jadi Obyek Geowisata Benilai Ekonomis

oleh -8 Dilihat

Untuk pilihan pertama yaitu, kawasan yang berada di Topo atau Gomafu harus masuk menjadi wisata alam untuk kepentingan parawisata. Mengapa, karena dia berada di tengah-tengah kota dan memperkaya ruang terbuka hijau, sehingga mudah dijangkau ke lokasi tersebut.

“Jadi, dari peta yang dilihat dalam kawasan hutan, ada dua lokasi yaitu, Hutan Prduksi Konversi (HPK) dan HPL,” lanjut dia.

Kawasan HPK dan HPL, pulau Tidore tidak terlalu dikehendaki jauh ke pusat. Namun, harus diarahkan ke HPL, sebab itu menjadi kewenangan Pemerintah daerah.

“Dari HPK dan HPL, kedua lokasinya teerlalu kecil sehigga dalam pendekata regulasui, kami berkonsultasi dengan Sumber Daya Ekosistem dan Dirjen Kehutanan Sosial, mereka lebih suka masuk pada kawasan wisata,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IAGI Malut Dedy Arif mengatakan, dengan memulai dari menakar potensi wisata, strategi pengembangan berbasis konservasi dan Gomafu.

Baca Juga  Golkar Belum Tentukan Sikap soal Polemik Ijazah Gibran, Bahlil Pilih Hormati Proses Hukum

“Gomafu bukan hanya di Topo, tetapi banyak panjang ceritanya. Untuk menjadi geopark, syaratnya dari geowisatanya dulu,” ujarnya.

Ditegaskan, bahwa Indonesia memiliki potensi menjadi geopark, salah satunya bentang alam yang potensial, seperti yang teejadi di belakang Benteng Tore.

Geowisata secar sederhana dapat didefensikan sebagai suatu kegiatan wisata yang berbasi pada potensi alamnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.