Porostimur.com, Tidore – Forum Pemuda Topo (Fato), menggelarkan dialog lingkungan dengan bertajuk “Kawasan Hutan Gamafu dan Masa Depan Ekologi Tidore”, Selasa (20/12/2022) malam.
Dalam dialog itu, Fato mengundang Ketua IAGI Maluku Utara Dedy Ari dan Kadis Lingkungan Hidup Kota Tikep Muhammad Syarif sebagai narasumber. Dialog juga dihadiri Jou Sultan Tidore H. Husain Alting Sjah.
Muhammad Syarif dalam pemaparannya memulai dengan Fiqih Ekologi yang menyebut, perlindungan maupun kelestarian fungsi-fungsi lingkungan ada kerja-kerja dengan tanggung jawab. Maka dari itu, ada melindungi dan merawat tidak hanya dengan kewajiban yang disebut sebagai “munafik”.
Alasannya, kata dia, manusia telah diberikan instrumen iman dan akal, dan dalam prespektif ekologi tidak hanya menjadi pemimpin dari komunitas tertentu, tetapi kata “Khalifah” penjaga, dan pelindung.
“Jika, kita memiliki kita memiliki nilai kemanusiaan dan ketuhanan yang bergeser dari halauan kita, maka tunggu kehancuran dan kerusakan,” ujarnya.
Pesan tersebut bukan hanya hari ini, menurut dia, perlu bergerak sampai anak cucu kita. Untuk tantangan ekologi yaitu, terkait dengan perubahan iklim efek rumah kaca.
“Salah satu dari perubahan iklim adalah tentang ulah dari manusia. Olehnya itu, kita harus menjaga keseimbangan lingkungan kita. Ini mestinya ada langkah bersama untuk menjadikan pemahaman sosial,” tukasnya.









