“Tidak hanya melibatkan pejabat Pemerintahan Daerah (Pemda) dan ASN tetapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk di kalangan remaja, pemuda, pelajar, dan mahasiswa serta pelaku usaha, sehingga dapat memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di wilayah Maluku,” jelasnya.
Sadali berharap kolaborasi ini dapat menjadi instrumen dalam membangun kesadaran kolektif perilaku dan budaya antikorupsi.
“Mari kita manfaatkan sosialisasi ini sebagai forum diskusi, berbagi pengetahuan dan pengalaman agar tercipta pemahaman yang sama dalam membangun budaya dan perilaku antikorupsi,” ajaknya.
Turut hadir pada kesempatan itu, anggota DPRD Provinsi Maluku, Asisten Sekda dan para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua Forum Penyuluh Anti Korupsi Energi Timur, awak media, serta para pelaku usaha. (Keket)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









