Olehnya itu, dari peningkatan kualitas tersebut, dapat digunakan untuk mendukung sektor pariwisata di Kota Ambon, dimana kecamatan Leitisel masih menyimpan potensi besar pariwisata.
“Leitisel punya potensi besar. Sehingga pengelolaan pariwista tidak dilakukan dengan cara konvensional tetapi dengan Artifisial Tourism, yakni Pariwisata yang dipadukan dengan musik. Sehingga kompetisi yang kita buat untuk peningkatan kualitas, pada waktunya akan mengembangkan Parisiwata sebagai sektor andalan dan juga musik sebagai icon kita hari ini,” tandasnya.
Untuk diketahui, Festival Jukulele Kecamatan Leitisel, menjadi ajang yang terakhir dilaksanakan tingkat kecamatan, menyongsong HUT Kota Ambon ke 448 pada 7 September mendatang. Kegiatan ini dalam penyelenggaraanya turut didukung oleh para raja negeri-negeri yang ada di kecamatan tersebut. (Nur Fauziah)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









