Porostimur.com, Langgur — Penutupan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025 di Pantai Ohoilir, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), tak hanya menyuguhkan hiburan budaya dan wisata, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Salah satunya dialami Perpetua Jamlean, penjual pisang enbal dan kelapa muda yang mengaku omzet dagangannya melonjak drastis selama berlangsungnya festival.
“Hari ini pendapatan saya bisa tembus ratusan ribu, padahal biasanya cuma produksi kalau ada pesanan,” ungkap Perpetua saat ditemui di lokasi acara, Senin (27/10/2025).
Pisang Enbal dan Kelapa Muda Jadi Primadona
Perpetua menceritakan, produk jualannya cukup sederhana: pisang enbal panas Rp30 ribu per porsi, kelapa muda Rp5 ribu, serta snack dan air mineral Rp5 ribu per botol. Meski dengan harga terjangkau, pembeli datang silih berganti.
“Prinsipnya kami tidak mau jual mahal, supaya perputaran uang cepat dan semua orang bisa beli,” katanya sambil tersenyum.
Menurutnya, festival seperti FPMK menjadi momentum penting bagi warga pesisir dan pelaku UMKM kecil untuk memasarkan produk lokal mereka.
“Kalau hari-hari biasa pembeli sepi, kadang hasil jualan cuma cukup untuk kebutuhan harian. Tapi kalau ada event seperti ini, jualan bisa laris manis,” ujarnya penuh semangat.










