Perang AS-Iran Telan US$38 Miliar, CBO: Biaya Bisa Bertambah US$3 Miliar Tiap Bulan

oleh -5 Dilihat
Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran mulai memberi tekanan besar terhadap anggaran pemerintah Washington. Hingga 1 Agustus 2026, Departemen Pertahanan AS diperkirakan telah menghabiskan sekitar US$38 miliar untuk konflik tersebut.

CBO juga mencatat bahwa Departemen Pertahanan tidak memberikan informasi langsung yang diminta lembaga tersebut dalam penyusunan analisis. Karena itu, CBO menggunakan basis data pemerintah dan informasi yang tersedia untuk publik serta menekankan adanya ketidakpastian dalam estimasinya.

Dampak konflik tidak berhenti pada anggaran pertahanan.

CBO memperkirakan perang dengan Iran dapat meningkatkan inflasi AS sekitar 0,5 poin persentase pada tiga bulan pertama 2027 dibandingkan proyeksi sebelumnya. Salah satu faktor yang diperhitungkan adalah gangguan terhadap arus energi melalui kawasan Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia. Gangguan terhadap jalur tersebut dapat meningkatkan biaya energi dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga barang dan jasa.

Dengan konflik yang masih berlangsung, pemerintah AS kini menghadapi dua persoalan sekaligus: mempertahankan kebutuhan operasi militer dan mengantisipasi dampak ekonomi yang ditimbulkan perang.

Baca Juga  Bupati Halbar Serahkan Bantuan Bibit Jagung untuk 1.400 Hektare Lahan

Jika intensitas konflik tetap tinggi, proyeksi tambahan biaya miliaran dolar setiap bulan akan terus membebani anggaran Departemen Pertahanan.

Bagi Washington, perang AS-Iran dengan demikian bukan hanya persoalan operasi militer di Timur Tengah, tetapi juga persoalan anggaran, persediaan persenjataan, energi dan tekanan inflasi yang dampaknya diperkirakan dapat berlanjut hingga 2027.

No More Posts Available.

No more pages to load.