Perang Yang Sudah Kalah

oleh -105 views
Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Ada kalanya sejarah berjalan seperti komedi gelap. Semua pemain masuk panggung dengan kostum megah, musik perang berkumandang, kamera televisi siap menyiarkan kemenangan.

Tetapi tiba-tiba naskahnya berubah. Para aktor utama tampak bingung, penonton mulai bertanya-tanya, dan lampu panggung justru menyorot sesuatu yang selama ini disembunyikan.

Begitulah kira-kira nada yang muncul dari seorang jurnalis Israel bernama Alon Mizrahi ketika ia berbicara tentang perang terbaru antara Iran melawan blok Amerika Serikat dan Israel.

Narasinya terdengar aneh di tengah pembungkaman — atau mungkin kebungkaman — media-media Barat mengenai rincian perang yang dimulai negeri mereka sendiri, Amerika Serikat, yang selama ini merasa paling jumawa dan unggul.

Baca Juga  Sambut Nyepi 1948 Saka, Umat Hindu di Ambon Gelar Aksi Sosial dan Penanaman Pohon

-000-

Alon Mizrahi bukan sosok sembarangan yang tiba-tiba muncul dari lorong gelap internet. Ia lahir di Israel dari keluarga Yahudi Mizrahi — yakni komunitas Yahudi Timur Tengah yang secara sejarah dan budaya jauh lebih dekat dengan dunia Arab dibandingkan dengan Yahudi Eropa.

Ayahnya berdarah Arab, sementara ibunya berasal dari keluarga Yahudi Maroko. Karena latar itulah ia sering menyebut dirinya dengan istilah yang agak jarang terdengar dalam wacana politik Israel modern: seorang “Yahudi Arab”. Sebuah identitas yang di Israel sendiri sering terasa seperti paradoks.

No More Posts Available.

No more pages to load.