Perbedaan strategi ekonomi Jokowi-JK dibanding pendahulunya

oleh -90 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta : Pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) disebut memiliki strategi yang berbeda dalam ekonomi dibandingkan era sebelumnya. Pemerintahan Jokowi-JK mengerjakan kedua sisi baik supply dan demand secara bersamaan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan apa yang dimaksud dengan supply side dan demand side. Sisi demand di antaranya adalah sektor moneter dan fiskal sedangkan sisi supply adalah pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), hingga agraria.

“Strategi pembangunan Jokowi-JK dengan yang dulu-dulu, pemerintahan Jokowi-JK seimbang kerjakan supply side dan demand side,” kata Darmin dalam konferensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Jokowi-JK di Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018).

Baca Juga  Jelang Puasa Politisi Berkarya Kepulauan Sula ini Bagikan Sagu dan Ikan Kering untuk Warga Kurang Mampu

Keseimbangan dua sisi tersebut, kata Darmin, merupakan sebuah transformasi baru di sektor perekonomian.

Link Banner

“Infrastruktur kurang diurusi, SDM kurang diurusi dan sebagainya. Begitu seimbang kita ada pada satu titik kita siap melakukan transformasi ekonomi tanpa memindahkan orang dari pertanian ke industri,” ujar Darmin.

Dari sisi supply, reformasi agraria menjadi salah satu bagian di dalamnya. Reformasi agraria juga bukan hanya semata-mata pada sertifikasi tanah saja.

Darmin mengatakan ada redistribusi lahan, perhutanan sosial, hingga transmigrasi model baru.

“Seolah-olah reforma agraria, sertifikasi tanah saja. Itu langkah pertama dan penting karena kalau petani lahannya bersertifikat, dia lebih punya akses ke bank. Redistribusi lahan, perhutanan sosial, dan transmigrasi model baru,” kata Darmin. (web-dtc)