Porostimur.com, Langgur – Peringatan Hari Nen Dit Sakmas kembali menegaskan posisi perempuan dalam tatanan adat dan peradaban masyarakat Kei. Perempuan tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat adat, tetapi juga melekat dengan kehormatan serta keberlangsungan kehidupan masyarakat di Nuhu Evav.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) Charlos Viali Rahantoknam, saat memperingati Hari Nen Dit Sakmas, Senin (7/9/2026).
Menurut Viali, peringatan tersebut membawa pesan penting bahwa perempuan memiliki tempat, kehormatan dan peran strategis dalam sejarah serta tatanan peradaban masyarakat Kei, baik untuk kehidupan saat ini maupun masa depan.
“Perempuan Kei bukan sekadar bagian dari masyarakat adat. Perempuan adalah bagian dari kehormatan masyarakat adat itu sendiri,” tegasnya.
Perempuan Harus Dihormati, Kekerasan Tak Boleh Terjadi
Viali menegaskan, tidak boleh ada tindakan apa pun yang merendahkan martabat perempuan, terlebih kekerasan terhadap perempuan.
Menurutnya, penghormatan terhadap perempuan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari apabila masyarakat benar-benar ingin menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan hukum Larvul Ngabal.
Ia bahkan memberikan penegasan keras bahwa penghormatan terhadap perempuan tidak boleh berhenti sebatas slogan adat.
“Kalau masih merendahkan perempuan, jangan sesekali bicara adat,” tegas Viali.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai adat Kei harus tercermin dalam perilaku masyarakat, terutama dalam memperlakukan perempuan sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya.









